Matematika dalam Kearifan Lokal: Etnomatematika Teknologi Tradisional Masyarakat Kajang

Authors

  • Nur Wahidin Ashari Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia, Indonesia
  • Nurrahma Sahlan Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia, Indonesia
  • Muthiah Nadhifa Suwardi Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia, Indonesia
  • Astrianingsih Astrianingsih Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia, Indonesia
  • Ferdy Ferdy Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar, Makassar, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53696/venn.v5i5.646

Keywords:

Traditional Technology, Kajang Ammatoa, Pasang ri Kajang, Ethnomathematics, Local Wisdom

Abstract

This study explores the forms, functions, and local wisdom embodied in the traditional technologies of the Ammatoa Kajang Indigenous community in Tanah Toa, Bulukumba Regency. The increasing influence of modernization surrounding Kajang territory poses a threat to the continuity of customary knowledge passed down across generations. This study is urgent because existing research on Kajang traditional technology has largely emphasized its cultural, customary, and environmental dimensions, while the mathematical concepts embedded within these practices remain largely unexplored, leaving a gap that this study seeks to address. Using a qualitative ethnographic approach, data were collected through observations, in-depth interviews, and literature review. The findings reveal that traditional technologies in Kajang serve not only as practical tools but also as integral elements of customary systems, spiritual values, and social structures. The gedokan loom, traditional house architecture, manual agricultural tools, horse-based transportation, and forest conservation practices rooted in Pasang ri Kajang demonstrate a strong connection between technology, simplicity (tallasa kamase-mase), and ecological harmony. The use of geometric patterns, standardized structural measurements, and specific techniques in producing the traditional black sarong reflect the presence of ethnomathematical knowledge embedded within their cultural practices. The study highlights that technological knowledge is transmitted through family-based learning and reinforced by strict customary regulations. The pressures of modernization underline the need for systematic documentation, cultural education for younger generations, and collaborative efforts among indigenous communities, scholars, and policymakers to preserve cultural identity and ecological sustainability.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alditia, L. M., & Nurmawanti, I. (2023). Etnomatematika : Eksplorasi Konsep Geometri dalam Kearifan Lokal Suku Sasak. 5(2), 160–169. https://doi.org/10.31851/indiktika.v5i2.11740

Amirullah, Ridha, M. R., Wati, F. W., Kabubu, R. D., & Sumardin, O. (2025). Nilai-Nilai Pembelajaran Sejarah Masyarakat Adat Kajang : Studi Etnografi Nilai Falsafah Pasang ri Kajang. Jambura History and Culture Journal, 7(2), 138–153. https://doi.org/10.37905/jhcj.v7i2.31791

Ansaar. (2024). Teknologi Tradisional Pembuatan Tope Le’leng pada Komunitas Adat Kajang di Kabupaten Bulukumba. Pangadereng: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial Dan Humaniora, 9(2), 269–279.

Ardiansyah, A. S., Najwa, H. A., & Fitri, Y. N. (2023). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Etnomatematika pada Serabi Kalibeluk dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning. 736–754.

Badiah, R., Trapsilasiwi, D., Setiawani, S., Putra, F. K., & Astari, C. (2021). Ekspplorasi Etnomatematika pada Aktivitas Membatik di Rumah Produksi Batik Dewi Sinta Banyuwangi Sebagai Bahan Ajar Siswa Kelas VII. 1.

Dassir, M. (2008). Pranata Sosial Sistem Pengelolaan Hutan Masyarakat Adat Kajang. Jurnal Hutan Dan Masyarakat, 3(2), 135–147.

Elfira, Agustang, A., & Syukur, M. (2023). Prinsip Masyarakat Adat Kajang dalam Mempertahankan Adat Istiadat (Studi Kasus Dalam Kawasan Adat Ammatoa). Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan (JISIP), 7(1), 282–290. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4230/http

Haidir, Husna, C. A., Hildawati, N., Annisa, Husain, N. asiska, Nursriwahyuni, A., Amirullah, & Ridha, M. R. (2025). Kearifan Lokal dalam Pelestarian Hutan Adat Di Komunitas Kajang Kabupaten Bulukumba. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 8(5), 1–11.

Kurniati. (2017). Teknik Pembuatan Kain Kajang. Seminar Nasional Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, 301–307.

Mahdi, I., Mau, M., & Arianto. (2023). Sejarah Pakaian Adat Masyarakat Kajang Kabupaten Bulukumba (Studi Etnografi Komunikasi). Jurnal Diskursus Islam, 11(1), 69–82.

Maisaroh, D., & Permatasari, D. (2024). Etnomatematika dalam Tenun Troso: Konteks Pembelajaran untuk Transformasi Geometri. Judika (Jurnal Pendidikan Unsika), 12(1), 79–93.

Mulyani, E., & Prabawati, M. N. (2023). Rumah Adat Kampung Naga Ditinjau dari Perspektif Etnomatematika. Aksioma: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 12(1), 1006–1017.

Mustafa, W. (2025). Peran Masyarakat Adat dalam Melestarikan Sarung Tenun Hitam di Desa Tana Towa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Natun, A. Y. K., Mamoh, O., & Amsikan, S. (2021). Eksplorasi Etnomatematika pada Motif Kain Buna Masyarakat Insana Tengah. Math-Edu: Journal Pendidikan Matematika, 6(2), 34.

Nur, M. S., Zid, M., & Setiawan, C. (2022). Pengelolaan lahan dan ruang hutan dengan perspektif kearifan lokal komunitas Ammatoa Kajang sebagai usaha konservatif. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 6(2), 90–105.

Rahma, M., Pasaribu, F., Tanjung, P., & Annafi, I. (2023). Architectural Symmetry in Bolon Batak Toba Traditional Houses: A Geometric Exploration. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika.

Rusdiansyah. (2019). Sumur dan Budaya Suku Kajang; Kearifan Lokal Suku Kajang. Jurnal Commercium: Kajian Masyarakat Kontemporer, 2(2), 29–35.

Said, B. (2018). Kontribusi Ekonomi Model Pengelolaan Bentang Alam Berkelanjutan, Masyarakat Adat Kajang, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Sukmawati, Utaya, S., & Susilo, S. (2015). Kearifan Lokal Masyarakat Adat Dalam Pelestarian Hutan Sebagai Sumber Belajar Geografi. Jurnal Pendidikan Humaniora, 3(3), 202–208.

Zelfia, Hadawiah, & Ramadhani, W. (2023). Infiltrasi Teknologi Komunikasi pada Masyarakat Adat Kajang Sulawesi Selatan. 227–238.

Znow, F. A. (2024). Pola Komunikasi Masyarakat Kajang Ammatoa dalam Menjaga Hutan. Universitas Muhammadiyah Makassar.

Downloads

Published

19-10-2026

How to Cite

Ashari, N. W., Sahlan, N., Suwardi, M. N., Astrianingsih, A., & Ferdy, F. (2026). Matematika dalam Kearifan Lokal: Etnomatematika Teknologi Tradisional Masyarakat Kajang. Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences, 5(5), 1217–1232. https://doi.org/10.53696/venn.v5i5.646

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)