Tips Mengajarkan Anak Membaca dan Menulis

Tips Mengajarkan Anak Membaca dan Menulis. Membaca dan menulis adalah tahapan yang sangat awal buat anak kita untuk mempelajari banyak hal,

Tips Mengajarkan Anak Membaca dan Menulis

Tips Mengajarkan Anak Membaca dan MenulisTips Mengajarkan Anak Membaca dan Menulis. Membaca dan menulis adalah tahapan yang sangat awal buat anak kita untuk mempelajari banyak hal, tentu saja sebagai tangga pertama maka sebagai orang tua harus melakukan bimbingan agar proses anak mempelajarinya lebih baik, tepat sasaran, mudah di lakukan, dan berdampak positif lainnya.

Menginginkan anak-anak pintar membaca dan menulis tentu saja kebanyakan harapan dari setiap orang tua, karena itu sebagai orang tua dan orang yang paling dekat dengan sang anak maka sudah tentu sebuah keharusan mengajarkan anak untuk membaca dan menulis di samping seorang guru yang mengajari mereka di sekolah.

Berikut Tips Mengajarkan Anak Membaca dan Menulis;

1. Dengan berinteraksi.
Anak umur 4-6 tahun biasanya adalah usia di mana di ajarkan untuk membaca dan menulis, karena pada dasarnya di usia tersebutlah otak anak mulai bisa menerima informasi dan mengolahnya dengan baik. Memberikan pelajaran sedini mungkin adalah langkah terbaik selama tidak dengan cara memaksakan, karena itu di butuhkan sebuah pendekatan yang baik dari orang tua dan guru agar cara berfikir si anak mudah menangkap setiap pelajaran.

Anak di usia tersebut ada kecendrungan tidak akan mampu menangkap pelajaran yang terkesan di paksakan, seperti; memberikan omelan atau teguran keras saat mereka belum mampu membaca atau menulis sesuatu yang di perintahkan. Rasa ketakutan terhadap teguran keras dari orang tua membuat mereka cendrung tidak bisa menerima pelajaran dengan baik.

Cara terbaik adalah dengan mengajak anak melakukan interaksi ringan, seperti; bercanda, melakukan permainan dengan sebuah aprisiasi jika si anak berhasil membaca atau menulis sebuah kalimat yang di ajuk kan.

2. Lakukan secara beratahap.
Anak di usia dini tentu tidak akan mampu mencerna sekaligus, karena butuh pelajaran yang berjenjang, sebuah tahapan yang membuat otak mereka bekerja dan mencerna dengan baik materi pelajaran. Cara ini bisa kita mulai dengan langkah memperkenalkan bentuk dan perbedaan antar huruf dan angka, sebuah cara untuk mengolah otak mereka bekerja setiap menerima informasi yang mereka terima.

Misalnya; memperkenalkan antara huruf A dengan huruf U, I, dan E, serta memperkenalkan bahwa semua huruf tersebut berbeda. Bisa anda lakukan dengan belajar menulis, karena saat si anak menulis huruf maka pada dasarnya otak mereka sedang memproses informasi yang pernah mereka terima, bagaimana huruf bentuk huruf A dll. Jadi bukan sekedar menghafal. Proses pelajaran yang mengandalkan pemahaman untuk mencerna informasi biasanya akan lebih efektif kedepan nya di bandingkan dengan sekedar menghafal.

3. Bisa karena terbiasa.
Cara selanjutnya adalah membiasakan anak untuk belajar, dan menggali sebuah informasi secara mandiri. Proses belajar dan mengajar pada dasarnya adalah transfer informasi di otak anak, informasi yang masuk dan informasi yang keluar terjadi pada anak. Karena itu ada baiknya kita mengajarkan si anak untuk menerima informasi secara mandiri agar mereka terbiasa mengolah sebuah informasi secara mandiri juga. Misalnya; membiarkan anak kita membaca sebuah label makanan sendiri. Jadi proses belajar bisa di lakukan di area lokasi keseharian anak kita, seperti biarkan mereka mengenal nama benda di sekitar mereka sendiri dengan membiasakan mereka untuk mengeja tulisan label.

4. Memposisikan anak sebagai penginformasi.
Terkadang banyak orang tua yang menempatkan anak sebagai penerima informasi, padahal menempatkan mereka sebagai pemberi informasi juga harus di berikan. Cobalah menanyakan sesuatu kepada anak, walau sebenarnya kita mengetahuinya. Misalnya menanyakan arah jam dinding, channel TV yang di setelnya. Ini memberikan ruang otak si anak untuk menggali informasi untuk kembali di sampaikan sebagai informasi lainnya kepada orang tuanya.

Poin-poin di atas adalah tips mengajarkan anak menulis dan membaca dalam bentuk sirkulasi keseharian mereka, membentuk sebuah karakter yang akan mempengaruhi cara anak menerima sebuah pelajaran di tahap lanjutan. Misalnya; mengajarkan anak bukan hanya membaca tapi juga memposisikan cara kerjanya, sehingga jika kemudian mereka sudah mampu membaca, di harapkan bisa menggali informasi dari apa yang di baca si anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *