Pengertian Khat Kaligrafi

Khat Kaligrafi adalah sebuah seni tulisan indah bahasa arab, yang dimana dalam penulisan nya mempunyai beberapa kaidah penulisan. Khat sendiri tidak ada kaitan nya dengan sebuah agama,

Pengertian Khat Kaligrafi

Khat Kaligrafi adalah sebuah seni tulisan indah bahasa arab, yang dimana dalam penulisan nya mempunyai beberapa kaidah penulisan. Khat sendiri tidak ada kaitan nya dengan sebuah agama, karena kaligrafi adalah hasil sebuah karya tangan para kaligrafer. Namun dalam dunia perkembangannya bagi masyarakat kita khususnya Indonesia, kaligrafi sangat dekat dengan agama islam. Mungkin karena agam islam sering bersentuhan langsung dengan tulisan arab, khususnya alqur’an yang di tulis menggunakan bahasa arab.

Walaupun seni kaligrafi tidak ada kaitannya dengan sebuah agama, namun dalam islam penulisan bahasa arab khususnya penulisan alqur’an yang menggunakan bahasa arab di larang menulis dengan tulisan yang bisa merubah makna tulisan dan makna huruf. Kita bisa saja membuat tulisan indah kaligrafi sebaik dan sebagus mungkin, namun perlu di ingat dalam penulisan alqur’an dan khasanah keilmuan umat islam, umat muslim di larang menulis yang bisa merubah makna tulisan dan huruf. Sehingga kaidah-kaidah penulisan sangat memiliki perang penting.

Dalam seni tulisan kaligrafi memang adalah hasil karya tangan penulisnya, bisa saja membuatnya seindah dan sebaik mungkin. Namun dalam penulisan kaligrafi sendiri unik, dimana setiap jenis kaligrafi memiliki kaidah penulisan tersendiri. Ada aturan-aturan penulisan yang harus di patuhi sebisa mungkin oleh kalangan penulis tulisan indah kaligrafi.

Tidak semua orang yang memiliki kemampuan menulis indah kaligrafi memahami kaidah-kaidah dalam penulisan kaligrafi. Karena memang ada pengetahuan khusus yang membahas seputar dunia kaligrafi.

Khat sendiri adalah istilah nama jenis tulisan indah tersebut. Misalkan dalam dunia tulisan indah kaligrafi banyak dikenal macam-macam khat, semisal khat kufi, khat sulus, khat diwani, dan lainnya. Kebanyakan khat-khat tersebut juga memiliki berbagai macam anak cabang sendiri-sendiri. Tentang macam-macam khat kaligrafi, mungkin kami akan menulis dengan post yang berbeda. Pada bagian ini kita akan fokus pada penjelasan tentang pengertian khat kaligrafi saja terlebih dahulu.

Sejarah Singkat Kaligrafi Islam.

Seni khat atau penulisan kaligrafi adalah salah satu seni tertua yang ada dalam dunia islam. Sejak jaman dahulu seni penulisan bahasa arab terus berkembang. Kebanyakan negara-negara atau wilayah yang mempunyai budaya islam memiliki dan mengembangkan seni kaligrafi tersebut. Khat kaligrafi biasanya digunakan untuk menulis ayat-ayat suci alqur’an atau lainnya pada media tertentu. Sejarah panjang kaligrafi hingga sekarang melahirkan banyaknya varian-varian penulisan kaligrafi.

Penulisan khat pertama di percaya berasal dari kufah, khat kufi di anggap khat tertua yang pernah ada. Ini terjadi pada kurun ke tujuh keislaman. Sementara pada kurun ke sepuluh khat tersebar ke parsi, dan di sinilah banyak menghasilkan berbagai jenis kaligrafi lainnya. Khat yang di kenal pada waktu itu ada khat kufi, khat nasakh, khat diwani, khat sulus, khat riqa.

Sementara pada perkembanganya khat nasakh mulai dijadikan sebagai standar penulisan bahasa arab, karena memang jenis khat ini sangat lembut dan mudah di baca dengan jelas. Alam malayu pun banyak menyerap khat nasakh dalam penulis huruf jawi kuno.

Semakin berkembangnya kebudayaan islam yang banyak menggunakan penulisan huruf arab, khususnya alqur’an. Keberadaan khat sebagai sebuah tulisan indah pun semakin berkembang pesat, bahkan para kurun waktu dinasti ustmaniyah keberadaan seni khat menjadi salah satu mediator terpenting dalam menyampaikan pesan diplomatik.

Di jaman modern sekarang kaligrafi semakin identik dengan dunia islam, bahkan kaligrafi di anggap bagian budaya islam yang tidak terpisahkan dengan sejarah panjang agama islam. Apalagi ini terkait juga dengan penulisan ayat-ayat suci alqur’an. Layaknya jaman dahulu keberadaan kaligrafi banyak menghiasi ruang dan dinding keislaman, seperti tempat ibadah yang mana ayat-ayat suci sebagai bahan penulisan dalam bentuk kaligrafi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *