Pengertian Ekosistem

Pengertian Dan Contoh Ekosistem

Pengertian Ekosistem. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.

Pengertian Dan Contoh Ekosistem

Pengertian Ekosistem. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Pembahasan ini mungkin akan bermanfaat bagi kalian.

Ekosistem memang sebuah ekologi atau dalam bahasa sederhana nya sebuah proses yang terbentuk antar satu sama lain dalam lingkungan nya. Proses yang di maksud berbetuk timbal balik antara satu dengan satu lainnya, ada keterikatan antara satu sama lain dan saling membutuhkan. Pendevinisian yang tepat mungkin “ Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya “.

Jadi dapat kita pahami ekosistem itu sendiri sejenis perputaran sistem, di mana A akan membutuhkan B, dan B membutuhkan C, serta C membutuhkan E, dan seterusnya hingga mungkin kemudian kembali lagi kepada A. Bahkan ekosistem bisa terbentuk dari komponen sederhana dan tidak terlalu panjang, misalkan ikan dan air. Dimana ikan akan hidup membutuhkan air.

Ekosistem pada dasarnya akan berjalan secara seimbang dan baik selama tidak ada komponen yang terganggu, rusak, atau hilang. Misalkan ikan akan hidup dalam air, selama air tidak rusak, tercemar, dll.

Contoh ekosistem yang paling sederhana dan mudah di pahami.

Ada banyak contoh ekosistem di sekitar kita, misalkan cacing hidup dengan bernafas menggunakan oksigen melalui permukaan kulitnya yang lembab. Permukaan kulit cacing senantiasa lembab karena lendir yang disekresikan pada lapisan kutikula. Air merupakan medium untuk mengikat oksigen, oleh karena itu kondisi yang lembab ini sangat penting dalam pengikatan oksigen dalam tanah.

Adanya perbedaan konsentrasi menyebabkan arus aliran oksigen dalam tanah yang berdifusi ke dalam tubuh melalui permukaan kulit. Persis di bawah lapisan kulit terdapat anyaman kapiler darah yang sangat padat, yang akan mengikat oksigen yang masuk. Plasma darah cacing memiliki pigmen haemoglobin yang akan mengikat oksigen, oksigen diedarkan ke seluruh sel tubuh dengan diikat oleh haemoglobin. Haemoglobin akan melepas oksigen masuk ke dalam sel tubuh.

Sementara cacing sendiri mampu menyuburkan tanah dimana dirinya berada. Cacing sendiri adalah hewan pembajak tanah yang sangat berjasa dengan kesuburan tanah. Berkat cacing yang membuat lubang sehingga mempermudah udara dan air masuk ke dalam tanah. Sementara udara dan air sendiri adalah dua komponen penting bagi makhluq hidup seperti tumbuhan.

Sementara alasan lainnya; cacing tanah untuk menyuburkan tanah adalah melalui “produk” yang dihasilkan oleh pencernaannya yang disebut casting. Cacing tanah mengonsumsi berbagai makanan yang tersedia di lingkungan sekitarnya, seperti daun-daunan yang mati, pangkasan rumput, dan bahkan debu. Setelah berbagai macam makanan tersebut dicerna, cacing tanah memroduksi bahan yang kemudian diekskresikan (dikeluarkan) ke tanah. Ekskret tersebut yang disebut dengan castingkaya akan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah.

Sementara tanah yang subur sebagai mana yang kita tahu akan bermanfaat bagi tumbuhan. Tumbuhan membutuhkan tanah, cahaya, dll untuk tumbuh kembangnya. Tumbuhan sendiri adalah adalah alat produksi oksigen terbesar untuk dunia. Dimana oksigen tersebut yang akan di butuhkan oleh makhluq hidup lainnya seperti cacing tanah, dll.

Dari serangkaian yang terjadi di atas adalah bentuk terciptanya sebuah ekosistem sederhana yang mudah kita pahami. Sementara ekosistem yang terjadi mungkin akan berbeda-beda sesuai lingkungan nya, makanya ekosistem sendiri mempunyai varian yang berbeda-beda. Ada ekosistem darat, air, atau mungkin lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *